19 Oct 2012

Absurdisme




#1
Telingaku mendengarkan kata itu lagi. Rasaku kembali pada makna kata itu lagi. Pikiranku merajalela pada masa lalu tentang hal itu. Kisah itu terulang lagi, tersaji ulang di depan mataku. Hingga tak sadar semua memori itu tumpah. Berceceran tak berkesudahan sampai dini hari. Sampai hawa hari ini pun lenyap karenanya.

Dunia kembali menjadi sempit. Langkah terbatas. Nafas tersenggal. Waktu pun turut berhenti berdetak. Hingga ku sadari itu adalah kenyataan. Itu tentang neurosis. Maaf.

#2
Inila penyakitnya bujang lapuk. Di dalam naga menjalarkan roda besinya. Ada teman yang ingin menyalin beberapa file serta film. Dengan kapasitas 250GB, hardisk eksternal itu hanya bisa menampung lima file saja. Mengapa?

Setelah kita cek isi hardisknya, ternyataa...Hardisknya dipenuhi dengan file video sesuatu yang teramat banyak. Kita berdua hanya bisa tertawa keras sementara si pemilik hardisk itu tak menyadarinya. Saya pun hanya bisa jahil sambil teriak lantang.

“Itu penyakit! Segera lekas nikah sana! Dasar bujang lapuk!”

#3
Ini tentang adik les-lesan yang saya ajar. Dia kelas 3 SMP, tapi tinggi dan berat badannya melebihi saya. Suatu saat kita belajar Fisika tentang listrik. Dia tanya, “Kak, kata ‘pengganti’ itu pake ‘g’ satu apa dua”. Saya kaget sambil terdiam sebentar. “Pake ‘g’ dua dik, kalau satu nantinya bacanya ‘penganti’”. Itu jawabanku sambil menggerutu dalam hati.

Dan biasanya, setiap selesai mengerjakan tugas/PR, dia bercerita panjang lebar (curhat) sambil saya selingi dengan cerita atau nasehat ringan saya. Kadang tentang sejarah, tentang humor, pelajaran hidup, dll. Saking kerasannya diajak ngobrol, pernah dalam suatu kesempatan dia mendadak bosan belajar. “Sudah selesai Kak belajarnya, sekarang kakak mendongeng saja” #hening

Pernah juga dalam kesempatan lain terlahir pembicaraan absurd ini.

“Sebentar lagi Desember Kak”

“Terus kenapa?”

“Sebentar lagi kiamat Desember 2012 Kak”

“Memang kenapa kalau sebentar lagi kiamat? Kamu percaya dengan film 2012 ta?”

“Aku masih kecil Kak. Jangan kiamat dulu. Aku kan belum besar, belum bisa menikmati dunia ini. Aku juga belum menikah...bla...bla...bla” #diam

#4
Siapakah orang menebarkan paku di jalanan Surabaya? Ban motor saya barusan tercoblos dua paku dalam satu kesempatan. Sangat mustahil jika paku-paku itu dengan sendirinya berjalan-jalan ke seluruh jalan Surabaya. Selama saya perjalanan berpuluh-puluh kali Surabaya-Tuban saja tidak pernah sekali pun ban gembos gara-gara paku. Sungguh terlalu!

#5
Saya menemukan videonya Owl City berjudul “Fireflies” yang videonya sangat yahuuud banget. Konsepnya sangat keren dengan kualitas suaranya yang khas. Kenapa kisah ini menurut saya absurd? Penjalasannya lebih ke arah sejarah. Pertama saya menyaksikan video ini adalah pas pengkaderan dari flashdisk teman. Sering saya putar berulang-ulang video ini hingga terekam kuat dalam alam bawah sadar. Hingga file itu raib entah kemana.

Saya cuman ingat konsep videonya saja, tapi tidak ingat judul serta penyanyinya. Dan lima tahun kemudian, pas saya ubek-ubek youtube, saya menemukannya! Dan aku juga nemuin lagu "Vanilla Twiligh" yang videonya bikin mata bersemangat :)
  
#6
Aku jarang update blog lagi. Mengapa eaaa? Beritahu gak eaaaa. Kalau produktifitas menulis justru lagi meledak. Namun tak satu pun saya taruh blog, hehe. Do’akan saja tulisan saya segera tampil di blog ini lagi ya. Aku yakin bisa melalui tantangan ini, aku juga yakin aku bisa melalui semua ujian hidup ini dengan baik dan benar. #ayahibudoakanaku

No comments:

Post a Comment