17 Feb 2012

Sableng!



Bolehlah saya posting sebuah cerita, sebuah kisah tentang hari kemarin. Kenapa kemarin? Karena saya telat nulisnya, baru hari ini nih. Okelah saya akan bercerita dengan gaya saya yang norak, seperti biasanya.

Pertama, pas saya mau ke jurusan Geomatika bareng Aldrin. Saya kan dibonceng di belakang sepedanya dia tuh. Tiba-tiba ponsel saya berbunyi, ada yang telpon. Tuh, dia lagi. Teman gila saya lagi galau kayaknya.

"Assalamu'alaykum...hei say, posisi dimana nih?"

"Wa'alaykumussalam.. hei juga say, di jalan"

"Uda makan say"

"Belum nih say. Kamu uda ta say?"

Bla...Bla...Bla...

"Itu cowok apa cewek Mas?" tanya Aldrin

"Cowok"

Tiba-tiba mimik dia agak gimanaaaaa gitu, hahahaha...

14 Feb 2012

Kebodohan Saya

:: 37 Missed Calls dan 19 New Messages ::



Sepantasnya saya tidak mau mengatakan ini sebagai suatu kebodohan, lha memang ini bukan salah saya sepenuhnya. Pun bukan sepenuhnya bukan salah saya. Biarlah cerita ini mewakili semuanya, atas semua yang pernah saya dzalami dalam tempo kurang dari 24 jam. Hari itu, ahad (12/2). Ya, hari itu.

Saya awali dengan kalimat "Maaf, untuk semuanya". Pertama buat Mbak Ngeek dan Mbak Sospol PP yang "rela" menunggu di Bandara Juanda hingga jam setengah tiga dini hari tanpa konfirmasi jelas dari saya. Sepenuhnya, saya tidak bisa membayangkan berapa kilogram lotion anti-loemoet dan anti-njamoer yang mereka bawa untuk menjaga suasana tidak menjadi crispy. Tapi, tentu dengan hati nggrundel jaya!

Kedua untuk Pak Dhe Ghoni yang sudah tua. Maaf sekali, saya melalaikan tugas saya untuk mengkoordinasikan agenda Milad Taman Baca hari itu. Saya sama sekali tidak menyentuh kerja teknis, kecuali mempersiapkan sejak tiga hari yang lalu. Tapi alhamdulillah yah, Bang Ghoni memang parner mengajar yang luar biasa bagi saya. Dia pasti bisa meng-handle cepat-tepat untuk urusan darurat. Yah, untuk acara ini saya hanya bisa menyuruh-nyuruh pengajar lain untuk: membuat soal, membeli kertas-spidol, membuat rangkaian alat percobaan, mengobrak-obrak pengajar lain, membagi undangan dan (terpaksa) diam dalam kamar.

Ketiga, untuk Ibu Meniek yang sudah saya janjikan untuk berkunjung ke kediaman beliau lagi. Saya rencanakan jam 9 pagi untuk mengambil dokumentasi dan arsip bersejarah dari Bapak Soemadijo, Rektor ke-3 ITS. Ah, saya melewatkan kesempatan langka ini tanpa konfirmasi sama sekali. Maaf sekali Bu. Insya Allah, kita akan bertemu di lain kesempatan (padahal pasti Ibunya pasti sudah balik ke Jakarta lagi).

9 Feb 2012

Diam, Titik!


Saya terdiam. Memandangi layar laptop mini saya dengan mata berkaca-kaca. Ya, saya menangis. Karena menyaksikan layar biru di depanku. Buka fesbuk teman. Isinya, puluhan ucapan selamat tinggal. Ungkapan terima kasih dan kenangan atas dunia pemilik fesbuk. Tentang teman saya, yang meninggal karena sakit anemia. Dia seorang aktivis, motivator bagi temannya, dan melankolis ulung. Pendekar kehidupan yang bergelut dengan kelemahan dirinya. Dan kini, ia telah pergi. Selamanya.

Saya tersentak dengan dunia fesbukiyah itu. Layar biru yang mendominasi panggilan internet saya. Jika kita sudah tiada, beginilah isinya. Hanya ratapan pilu. Bisu.

Saya terenyuh. Diam, titik!



6-Feb-2012
Sampean sakit apa le?

6-Feb-2012
Sampean gpapa kan le?

.......................
.......................

(no reply)
(forever)

29 Jan 2012

Before The Strom



I know this isn't what I wanted
I never thought it'd come this far
Just thinkin' back to where we started
And how we lost all that we are.

We were young and times were easy
But I could see it's not the same
I'm standing here but you don't see me
I'd give it all for that to change

And I don't want to lose her
Don't wanna let her go
I'm standing out in the rain
I need to know if it's over


Cause I will leave you alone
Flooded with all this pain
Knowing that I'll never hold her
Like I did before the storm


Before the storm

With every strike of lightning
Comes a memory that lasts
And not a word is left unspoken


As the thunder starts to crash

Maybe I should give up
I'm standing out in the rain
I need to know if it's over
Cause I will leave you alone



Flooded with all this pain
Knowing that I'll never hold her
Like I did before the storm
Trying to keep the lights from going out
And the clouds from ripping out my broken heart

We always say
A heart is not a whole
Without the one who gets you through the storm
Standin' out in the rain


Knowing that it's really over
Please don't leave me alone

I'm flooded with all this pain
Knowing that I'll never hold you



Like I did before the storm
Yeah
Like I did before, the storm





*) sound's good song :D

28 Jan 2012

Galau Edan



Hoe: "Mas, saya lagi galauuu..."

Dia: "Oh..galau kenapa? Mau saya bantu nyariin talinya?"

Hoe: (shock sebentar) "Galau,..Enak'e pake baygon apa tali ya?"

Dia: "Ehmm..itu tukang jagal di pasar ada banyak, pake jas mereka kayake lebih cepet"

Hoe: "Bakal berdarah-darah dong? Pake strum tegangan tinggi kayake bisa. Di Elektro mungkin ada"

26 Jan 2012

(Tentang) Lelucon Mayat


Buku yang saya temukan di bawah tetumpukan barang-barang bekas ini sungguh membuat saya ndak habis pikir. Ini buku tentang sisi lain dunia mayat, fisik manusia yang sudah tidak bernyawa. Kadang gilo, kadang ngeri, pengen muntah dan lucu. Aneh kan? Si penulis sangat piawai meramu hal tabu dengan tulisannya yang semi humor, tapi tetap ilmiah.

Bayangkan, ada satu bab yang berisi tentang bagaimana para dokter "belajar" tentang permak wajah dengan menggunakan mayat kepala saja. Ya, mayat kepala saja yang diambil dari tubuh manusia dengan cara digergaji. What? Jijik coi. Tapi si penulis bisa meramu dengan bahasa yang natural, tidak menjijikkan. Sampai pada komentarnya saat melihat gelondongan kepala bertumpuk seperti pameran. Dia hanya berkomentar, "buruk sekali potongan kepalanya, gergajinya tidak bagus, terlalu kasar"

Alamaaakkk....Kudu muntah!

Ada juga bagian sejarah gelap kedokteran dunia zaman dahulu. Saat praktek bedah masih baru seumuran jagung, praktek pembedahan tidak mendapatkan ijin legal dari gereja (karena dianggap dosa, jika tubuh manusia diceraiberaikan), maka para dokter pun menggunakan mayat manusia secara ilegal untuk dijadikan kelinci percobaan. Mayat yang digali secara ilegal di kuburan. Sampai ada jasa penggalian kuburan yang bergaji hingga 14x lipat UMR kala itu.

Ada kalimat yang paling saya suka di buku ini. Ini kenyataan abad ke-18 ketika harga mayat sangat mahal di dunia medis, hingga berimbas pada mahalnya biaya kalau hendak kuliah di Fakultas Kedokteran (hal ini juga dialami di negara kita).

"Bahkan di negara bagian California selatan, biaya masuk universitas kedokteran pun tidak harus dibayar dengan uang, bisa digantikan dengan sejumlah mayat"

Mau baca buku ini? Pastikan anda tidak sedang makan, ingin makan atau malah belum makan seharian. Dijamin nafsu makan turun, cocok untuk terapi diet :P

Sebuah resensi ngasal dari buku berjudul "Stiff: The Curious Lives of Human Cadavers Author" karya Mary Roach, seorang jurnalis. Masih ngasal karena belum selesai baca :)

23 Jan 2012

3 Buku, Lekaslah Lahir



Membuntuti terus. Senantiasa bergelayut paksa. Dan semakin memaksakan untuk selalu tampak, membebani dan bergelantungan. Inilah tiga amanah penulisan yang belum kelar-kelar. Ya Allah, hanya tiga buku, tapi kok ya berat sekali rasanya?

Sekata demi sekata, begitu kata Bang Satria Nova ketika menyemangati saya waktu buat buku "patungan". Dari kata jadilah kalimat, lembaran dan viollaaaa jadilah sebuah buku. Adoooh, nulis satu kata kok yo masih susah, gimana mau satu buku? helllooo? Ada yang bisa nolongin saya ndak?

¬ Buku "Memoar ITS 1957-1970", bersama tim Djoeng yang masih terus berDjoeang mengumpulkan data dan tulisan. Cemungudh ea para CB+1. Ini skuad terdiri dari girlsband Lantai 6 dengan 1 penari latarnya, haha. Ayo Lutfia, Ima, Eka, Icha, Elita dan Aldrin yang ganteng, perdjoeangan kita belum selesai qaqa.

Guyonan Mereka


Ya Allah, dua pekan ini saya benar-benar mampet nulis. Ide menggelegar banyak, tapi tak satu pun keluar dalam bentuk tulisan. Hanya cerocosan yang membaur dengan bau mulut, lawan bicara pingsan, saya kabur dan...lenyap tertiup angin waktu. 

Sebenarnya, tuntutan nulis juga banyak, ada nulis buku, nulis artikel, nulis cerpen, nulis puluhan LPJ dan juga nulis revisi. Ohhhh, yang bagian terakhir sungguh menjengkelkan. Ia adalah biangkerok dari semua kemampetan ini! Suer deh. (Padahal itu juga salah saya sendiri ujung-ujungnya, hehe)

Tak apalah, sekarang saya bisa menulis lagi. Dengan tempo yang grathul-grathul dan gaya semau gue, biarlah curhatan ini menjadi sebuah untaian kalimat yang bermakna (cieleee, belagu amat). 

------------------------------SERIUS MODE: ACTIVED-----------------------------------

Biarlah rasa tanya itu mengendap paksa dalam dikotomi pikiran ini. Hingga jawaban tentang dunia, yang selalu dipertanyakan manusia hadir dengan sendirinya, tanpa dikejar, tanpa dipaksa. Memaksakan sekali memang. Tapi, terkadang itu adalah keharusan. Ketika ruang untuk kemanusiaan yang teramat sempit itu ditodong dengan milyaran tanya. Pasti, ia akan tak terbendung juga kan?

Biarlah ruang "itu" yang menjawabnya. Ruang, yang tidak penuh dengan logika yang tidak logis. Dirututi oleh jawaban yang tak mampu dinalar, hingga keabsuran dunia yang semakin terlihat nyata. Inilah realita, ketika daya manusia berarti nol. Tiada.

12 Jan 2012

Aku Asli Lamongan Mas


Di dalam rungan 2x3 meter. Ruangan ini terkunci, mereduksi suara karaoke di luar. Riuhan buku hanya terdiam membisu menatap ekspresi kecut kita. Bersama satu orang perempuan cantik jelita yang terus mengumbar senyumannya, saya hanya bisa ikutan tersenyum.

Kita bertiga, bersama dengan seorang teman laki-laki -yang alhamdulillah masih suka perempuan alias normal.  Sebenarnya, perempuan itu adalah seorang PSK beneran. Yang sengaja kita bayar untuk sesuatu banget. 

Pintu kita tutup, "Cklekk"

Saya mengambil nafas pelan, deg-degan. Mengatur ritme dan mood. Seumur-umur saya tidak pernah dalam satu ruangan tertutup dengan perempuan bukan muhrim (kalau laki-laki sering, hahaha). Kan saya harus jaim, jangan sampai justru terjadi hal-hal yang saya inginkan (nahlho?).

Pertanyaan pertama dalam benak saya: jika ada dua orang bukan mukhrim berada dalam tempat sepi, maka orang ketiga adalah setan. Nah, ini siapa setannya? Dibandingkan teman saya yang sangat ustadz sekali, sepertinya saya harus sadar diri memberi kesimpulan pada diri saya sendiri. #apes

9 Jan 2012

Langkah Kecil

Biarlah waktu hinggap dan pergi dengan sesukanya
Barang sekejap langkah kita meninggalkan jejak
Tak apalah senja itu menggerus pagi
Jika ada nafas kita yang memberikan makna

Cukuplah rima waktu menembus fana
Hingga raga bisa menorehkah manfaat
Sebuah cerita yang bisa memberikan makna 
Dalam desiran langkah kecil